Beginilah hakikatnya ketika dua manusia-aneh-bin-ajaib-namun-nyata ini bertemu, hal-hal yang diobrolkan adalah hal-hal yang tak masuk akal. Dan namanya manusia-aneh-bin-ajaib-namun-nyata, obrolan yang sama bisa berlangsung berhari-hari.
Scene 1
Freak 1: "Gue kalo mau tidur palingan cuma pake kaos oblong atau tank top sama underwear. Enak gitu tidurnya. Leluasa."
Freak 2: "Dan memudahkan."
Freak 1&2: "Hahahahahahaha..." *ngakak penuh arti*
Scene 2
Freak 2: "Etapi kan baiknya kalo tidur itu gak pake daleman supaya itunya bisa napas. Jadi cuma pake celana luar aja."
Freak 1: "Ih, gak aneh apa, rasanya?"
Freak 2: "Enggaklah. Kan gue suka pake celana yang emang udah ada dalemannya gitu. Gue beli celana merk ******."
Freak 1: *tidak lagi menyimak omongan si Freak 2 dan tidak berani membayangkan bentuk celana yang dimaksud*
Freak 2: "Celananya enak dipakai... bla bla bla... ble ble ble..." *masih nyerocos aja*
Freak 1: "Kenapa ga sekalian tidurnya bugil aja? Kan bule-bule doyan tuh tidur bugil. Gak aneh apa rasanya? Apa mereka yang aneh?"
Freak 2: "Waaaaaaa... berarti gue aneh dong..."
Freak 1: "Waaaaaaa... emang lo suka tidur bugil?"
Freak 2: "Suka... Apalagi kalo di rumah gak ada orang, gue suka jalan-jalan di dalam rumah ga pake baju..."
Freak 1: "OMIGOD! Ternyata lo nudist. Huahahahahahahaha..."
Freak 2: "Ih, emang lo gak pernah gitu tidur bugil?"
Freak 1: "Ya pernah sih, tapi gak sampe jalan-jalan dalam rumah bugil gitu dan cuma di saat-saat tertentu aja." *senyum penuh arti*
Freak 2: "Tapi kan tidur bugil itu enak... Asik juga kali kalo di dalam rumah mondar-mandir gak pake baju."
Freak 1: "Ya iyalah! Memudahkan juga..."
Freak 1&2: "Ahahahahahahauhuhuhuhuhuahahahahaha..."
Kemudian berakhirlah obrolan malam itu dengan menyisakan imajinasi yang enggak-enggak, yang bikin susah tidur. Nyehehehehehe...
Unless it's photographed by me, all pictures are taken from vi.sualize.us or Google Image
Monday, 3 June 2013
Sunday, 26 May 2013
I Want To Travel the World

Bisa menjelajah dunia mungkin bukan cuma sekedar mimpi. Bagiku itu merupakan sebuah keinginan yang sudah ada sejak pertama kali aku berkenalan dengan internet saat masih remaja. Kala itu, untuk pertama kalinya aku bisa bertemu, berkenalan dan berbicara dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia lain. Jadi ceritanya itu masih zaman-zamannya doyan chatting melalui messenger gitu deh. Tiap hari sepulang sekolah aku pasti mampir ke warnet dulu. Waktu itu harga per jamnya masih amit-amit mahalnya, sembilan ribu rupiah per jam dong. Ngomong-ngomong ya, dari chatting itu aku kemudian kenal Quinnie Beanie, dan kami masih bersahabat sampai sekarang.
Ketika itu mataku seolah terbuka bahwa dunia ini begitu luas. Muncullah perlahan keinginan untuk melihat dunia di luar sana. Maka aku semakin keranjingan chatting (yang sebenarnya berakibat buruk pada nilai di sekolahku sekali waktu dan membuatku rela tidak jajan agar uangnya bisa kupakai untuk ke warnet). Aku mulai browsing sana-sini demi memuaskan rasa penasaranku akan seperti apa dunia di luar sana, di luar kota tempat aku lahir dan tumbuh. Sebelumnya pengetahuanku hanya sebatas pada film-film dan lagu-lagu yang dinyanyikan penyanyi idola. Namun tetap saja beda rasanya saat aku berinteraksi langsung dengan seseorang yang berada nyaris setengah globe dari tempatku duduk saat itu.
Semakin banyak yang kubaca, atau semakin sering aku berinteraksi dengan lebih banyak orang, semakin aku penasaran. Lama-lama rasa penasaranku itu semakin tak terbendung (lebay) sampai akhirnya suatu saat aku berkeinginan untuk bisa melihat dunia di luar sana secara langsung. Bagaimana caranya, aku masih belum tahu ketika itu. Boro-boro ke luar negeri. Saat itu aku bahkan belum pernah merasakan naik pesawat terbang. Hehe... Pokoknya keinginanku itu sangat besar, sampai-sampai aku selalu menyisipkannya dalam doaku setiap malam. Mustahil atau tidak, akan terwujud atau tidak, segila apa kedengarannya, aku tidak peduli. Yang penting aku berdoa.
Keinginanku itu pertama kalinya terwujud ketika aku bisa kuliah di Jakarta. Maksudku, Jakarta itu juga termasuk 'dunia di luar tempat kelahiranku', kan? (maksa deh). Setidaknya, saat Jakarta telah dipenuhi gedung-gedung bertingkat dengan sejarah macet yang tak pernah habisnya, kota tempat aku lahir dan tumbuh masih sunyi senyap dan bahkan perkembangannya masih jauh tertinggal, hingga saat ini, dari kota-kota sekitarnya (blame the local government, maybe?). Rasanya kok ya aku tinggal di pelosok Indonesia manaaa gitu ya... Enggak kok. Sekarang sudah lumayan ramai dan sudah mulai macet-macet juga, apalagi di daerah sekitaran pusat hiburan dan perbelanjaan. Banyak perusahaan franchise terkenal, baik lokal maupun asing, yang sudah masuk ke sini, meski belum lengkap (Starbucks, please!!!).
Tinggal di Jakarta semakin membuka mataku dan membuat keinginanku untuk bisa menjelajah dunia semakin menjadi-jadi, walau tidak membuatku terobsesi juga sih. Yang jelas cukup membuatku ingin menjelajah lebih jauuuuuh lagi. Apalagi saat aku melihat sebuah tagline National Geographic "Get Lost" yang dulu pernah ada, yang menampilkan tayangan orang-orang yang berpetualang ke berbagai pelosok dunia. Nah, aku ingin seperti itu. Hehe...
Namun keinginanku hanya kusimpan dalam hati sambil terus kudoakan. Mungkin suatu saat nanti... semoga bisa terwujud. First thing first, conquer Australia, Rae! (kian lebay).
Friday, 24 May 2013
A Quick, Random Post
AC di kamar Mama baru dibenerin. Jadi tadi sok-sokan gitu aku main di kamarnya. Sambil guling-guling di tempat tidur, sambil ngobrol sama Mama. Beberapa saat kemudian aku mulai merasa ada yang aneh dengan hidungku. Aku mulai sulit bernapas, hidungku sakit. Lalu disusul dengan mampet, dan akhirnya bengek. Iya, hidungku memang bengekan kalau kena yang dingin-dingin. Ditahan-tahanin sampai pakai selimut segala, tetap saja aku masih kedinginan. Suhunya mau dinaikin, eh sama Mama nggak boleh. Mama mana bisa tidur kalau nggak dingin. Maka aku pun kembali ke kamarku. Kata Mama, "Ini gimana kamu di sana nanti? Dinginnya amit-amit lho." Aduh, Mamaaaaa, jangan bikin tambah bengek dong.
Pindah ke kamar sendiri, hidungku masih tetap bengek dan mampet. Tak selang berapa lama, aku mulai bersin-bersin. Hachiuuu, hachiuuu! Aih, penyakitku kumat. Kalau sudah begini, enaknya diurut nih. Eh, kebetulan keponakanku datang sambil membawa botol minyak gosok di tangan. Ini pasti diutus Mama untuk menggosokkan minyak di punggung dan dadaku, yang kebetulan pegal-pegal belakangan ini. Mama memang paling mengerti anaknya deh. I love you, Mama!
Ngomong-ngomong, keponakanku ini pintar urutnya. Pintar gitu ngurut bagian yang sakit. Awalnya sih, geli-geli gitu. Aku ini orangnya gelian. Dicolek sedikit saja, pasti reaksinya lebay. Terus lama-kelamaan, eh kok ya mulai terasa sakitnya... Apalagi di bagian yang urat-uratnya sudah semrawutan. Sakit banget, banget! Tapi enak sih (masokis akut). Kalau ditanya mau lagi, pasti mau!
Selesai diurut, aku kembali ke kamar Mama, ambil charger yang ketinggalan. Lagi-lagi Mama berkomentar, "Terus nanti di sana siapa yang gosokin minyak? Siapa yang urut?" Aih, Mama, nanti aku cari pacar bule di sana deh. Hehehe... asal ngomong nih.
Yasudah, sekian dulu entri kali ini. Sebenarnya kepingin nulis yang lain. Tapi ini udah keburu ngantuk dan malas mikir yang berat-berat. Ya begini ini nih hasilnya kalau sedang ingin menulis sesuatu tetapi mata tak sanggup membuka lagi. Yowes, markitdur... mari kita tidur. Have a nice dream.
P.S. Harap maklum jika ada typo... ini nulisnya sambil ngantuk dan mata 5 watt. Lagi melek aja suka typo kok ya. Dilarang protes! Hehehe...
Sunday, 19 May 2013
Hajar bleh!

BBM masih trang-tring-trang-tring. Setelah meraba-raba sana-sini, akhirnya kutemukan ia di bawah bantal (ada gitu, manusia tidur dengan BB-nya di bawah bantal???). Ternyata yang BBM itu temanku. Yang lain lagi. Seems like I have to put a name on each friend I'm talking about. Apa perlu sekalian bikin page "Cast of Characters" tersendiri, ya? Hmm... patut dipertimbangkan. Dan kemungkinan akan dikerjakan. Kalau lagi gak malas. Mulainya dari temanku ini deh. Kuberi nama Gibs, tapi kupanggil tante karena usianya jauh di atasku. Introducing-nya nanti aja deh.
Gibs: Gimana tuh, jadi dong berangkat?Mungkin ini feeling antar sesama teman kali, ya? Semalam baru juga posting mengenai ketetapan pergi ke Australia, pagi ini sudah ditanyai. Apa jangan-jangan tante baca blog ini, ya? Tapi nggak mungkin. Wong kukasih tahu aja enggak kok (ini nanya sendiri, jawab sendiri).
Rae: Tanteee... Padahal udah dari kemarin-kemarin mikir mau BBM. Iya, jadi sih sepertinya. Nothing to lose. Hajar bleh!
Gibs: Hahaha... Waaaahhh...
Rae: Enggak sih. Banyak yang to lose sih. Tapi, gotta get the hell out of this comfort zone lah ya. Angkat kaki lah. Capcus!
Gibs: Iyaaa... mumpung masih muda. Kalo tante jadi kamu, dah cabut. Enggak pake mikir-mikir.
Rae: Iya sih. 4 tahun lagi gue berkepala 3.
Gibs: Masih lamaaaaa...
Rae: Eh, tutup mata, buka mata, gak terasa udah 4 tahun lewat lho.
Gibs: Iya sih... Makanya kamu cabut aja udah. Jangan melewatkan kesempatan. Ntar kayak tante, dulu banyak banget kesempatan yang terlewatkan. Jadi kamu jangan sampai gituuu... Usia muda enggak balik lagi. Hahaha...
Begitulah... Penyakit galau-gundah gulana-lalu-mendadak-chicken out-dan-overworried suka tiba-tiba muncul setelah segala-galanya beres dan siap. Tinggal hengkang. Plan setelah tiba di sana, sudah pasti kupunya. Sejak beberapa waktu lalu aku sudah men-google informasi-informasi terkait kehidupan di Melbourne dan kehidupan para international students di sana. Lalu informasi terkait imigrasi, dll, dll. Tapi justru dengan memikirkan seluruh rencanaku itu, malah bikin aku rada senewen. Jadi cemas berlebihan dan negative thinking. Hukh...
Gibs: Itu sih normal, Rae. Lagipula, over thinking dan over worried itu wajar. Jadinya ngebayangin yang tidak-tidak, padahal belum tentu terjadi. Tante udah mengalami banyak hal. Sweet and bitter.Aih, kalau si tante sudah berbicara mengenai pengalaman begini, aku mingkem aja deh. Yang namanya pengalaman memang tidak bisa bohong. Maka kesimpulannya, selagi ada kesempatan, hajar bleh!
Rae: Sweet-nya dikecap terus, bitter-nya dilepehin, ya?
Gibs: Bitter-nya ditelan dooonggg. Kalo enggak, kapan kamu pahamnyaaaa???
Ps. Aaaahhh... I need to start thinking about all good things!
Another Blabbering Post
Seharian ini di jalanan. Macet, sumpek, panas (padahal AC di mobil), sampai nyaris budeg dengerin lagu galau di Delta FM. Enak sih, tapi galau! Pulang-pulang langsung masuk ke kamar, nyalain lampu, nyalain laptop, balas BBM dan pesan Whatsapp karena BB keburu koit di tengah jalan dan power bank lagi diinfus di rumah, terus browsing. Eh, keasyikan baca blog tetangga sebelah padahal tadinya mau mandi. Pesan Whatsapp masuk, dari @haloazza, nanya udah selesai mandinya apa belum. Gimana selesai, mandi aja belum. Hehehe...
Mandi, lalu selesai mandi lanjut baca blog lagi sambil BBM-an dan Whatsapp-an, tak lupa pula malakin Yoyo keripik Maicih dan Karuhun, yang ternyata dia malakin temannya buat dapetin keripiknya. Capedeee... Ngomong-ngomong ya, kesian banget deh dia, apes melulu setelah kenal aku. Padahal baru kenal juga, apesnya keseringan. Terus seminggu ini ngobrolin obrolan yang tidak jelas. Padahal tadinya aku konsultasi masalah mengenai susah tidur. Sinting berdua deh jadinya.
Lanjut baca-baca blog lagi, Mama tiba-tiba buka pintu kamar. "Lho, kamu udah selesai mandi?" Ya sudah dong, Mamaaa... Memangnya aku bertapa di dalam kamar mandi apa? "Terus siapa itu di kamar mandi? Tadi Mama denger ada suara gayung nyiduk air." Nah lhoooo... siapa hayo? Padahal cuma berdua doang di rumah. Ngek...
Bongkar-bongkar tas ransel yang selalu kubawa kemana-mana, eh iya, tiket, visa dan paspor sudah beres. Tinggal packing, lalu set to go. Kemudian hening sejenak... OH MY GAWD!!! THIS IS REALLY HAPPENING!!! Jadi terbayang kembali ekspresi sedih Mama saat melihat print-out tiket di tanganku. Hikh... Aih, bakalan galau-galau mellow deh malam ini.
Tiba-tiba perut lapar. Begini nih, menjelang PMS. Padahal datang bulannya juga baru tanggal 4 bulan depan. PMS berkelanjutan sepertinya. Ngubrek-ngubrek lemari es, ada cokelat dari Nita. Tapi udah malam ah. Ntar ndut lagi. Ngomong-ngomong, Nita lagi tidak bisa diajak bercanda nih. Hikh... Semoga semuanya lancar, dear. Ngubrek-ngubrek lemari makan di dapur, ada sebungkus Chitato. Yasudah, nyemil Chitato deh. Sama aja sama cokelat bukan itu, Rae?
Apa lagi, ya? Oya, my bestie Quinnie Beanie lagi galau (masih zaman gitu, Rae, pakai kata 'galau'?) iman. Ah, ya sutralah... Nanti-nanti saja kuladeni curcolannya.
Mandi, lalu selesai mandi lanjut baca blog lagi sambil BBM-an dan Whatsapp-an, tak lupa pula malakin Yoyo keripik Maicih dan Karuhun, yang ternyata dia malakin temannya buat dapetin keripiknya. Capedeee... Ngomong-ngomong ya, kesian banget deh dia, apes melulu setelah kenal aku. Padahal baru kenal juga, apesnya keseringan. Terus seminggu ini ngobrolin obrolan yang tidak jelas. Padahal tadinya aku konsultasi masalah mengenai susah tidur. Sinting berdua deh jadinya.
Lanjut baca-baca blog lagi, Mama tiba-tiba buka pintu kamar. "Lho, kamu udah selesai mandi?" Ya sudah dong, Mamaaa... Memangnya aku bertapa di dalam kamar mandi apa? "Terus siapa itu di kamar mandi? Tadi Mama denger ada suara gayung nyiduk air." Nah lhoooo... siapa hayo? Padahal cuma berdua doang di rumah. Ngek...
Bongkar-bongkar tas ransel yang selalu kubawa kemana-mana, eh iya, tiket, visa dan paspor sudah beres. Tinggal packing, lalu set to go. Kemudian hening sejenak... OH MY GAWD!!! THIS IS REALLY HAPPENING!!! Jadi terbayang kembali ekspresi sedih Mama saat melihat print-out tiket di tanganku. Hikh... Aih, bakalan galau-galau mellow deh malam ini.
| Gee!!!!!! |
Apa lagi, ya? Oya, my bestie Quinnie Beanie lagi galau (masih zaman gitu, Rae, pakai kata 'galau'?) iman. Ah, ya sutralah... Nanti-nanti saja kuladeni curcolannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)