Unless it's photographed by me, all pictures are taken from vi.sualize.us or Google Image

Sunday, 3 October 2010

Move On

Saya menerima sebuah pesan di Facebook. Pesan dari seorang sahabat yang sebetulnya saya kenal dari dunia maya hampir enam tahun silam. Cukup unik sebenarnya jika dilihat bagaimana kami bertemu dan akhirnya menjalin persahabatan selama enam tahun.

Awalnya memang hanya dari dunia maya. Saya di Indonesia sedangkan dia di Amerika. Obrolan yang terjadi pun hanya sekedar basa-basi. Saya sendiri sudah lupa kapan dan bagaimana tepatnya kami menjadi akrab satu sama lain. Akrab dalam hal ini saling curhat-curhatan. Yah, mungkin dia yang lebih sering curhat ke saya.

Persahabatan kami semakin diperkukuh setelah dia coming out dan bilang kalau dia itu seorang biseksual, dua tahun sejak kami berkenalan. Well, tentu saja saya tidak masalah. Wong saya berada dalam satu sekutu yang sama, meskipun waktu itu saya belum berani bilang ke dia. Dan berlanjutlah persahabatan kami hingga detik ini.

Satu hal penting dari persahabatan kami, meskipun maya tapi persahabatan kami terasa nyata. Entah bagaimana caranya, bahkan saya sendiri tidak pernah membayangkan, kami bisa saling membantu satu sama lain. Tidak jarang saya membantunya mengerjakan pekerjaan rumah. Begitu juga sebaliknya, dia sering membantu saya mencari berbagai informasi yang saya butuhkan untuk tugas kuliah. Heran kenapa bisa begitu? Saya sendiri juga heran. Hehe.

Kembali ke pesan yang masuk dalam akun Facebook saya. Dalam pesannya itu dia mengatakan "I finally move on. I deleted all of his photographs I could find, his texts, e-mails, everything about him."

Tahun lalu, sahabat saya itu berkenalan dengan seorang laki-laki dan akhirnya mereka pacaran. Bisa dikatakan ini pacar (laki-laki) pertamanya. Sebelumnya dia sempat menjalin hubungan dengan seorang gadis. Namun hubungan mereka akhirnya kandas setelah empat atau lima bulan kemudian. Butuh kesabaran yang penuh dalam menghadapi dia yang tengah patah hati. Akhirnya setelah hampir setahun, saya menerima kabar yang sebetulnya sudah lama saya nantikan. She finally moved on.

Siapa yang tidak pernah merasakan patah hati? Saya rasa setiap orang pernah merasakannya. Patah hati membuat dunia mungkin seolah kiamat. Tapi bukankah kehidupan terus berlanjut, and that's why we have to keep moving on, right? Apapun cara yang ditempuh sahabat saya agar bisa move on, yang penting bukan dengan cara membenci orang yang pernah dicintainya. Saya katakan itu kepadanya dan dia bilang "I don't hate him. I just don't want to remember everything about him." Well, apapun itu, saya bersyukur untuk sahabat saya itu.

"You'll find someone better, sooner or later."
"Oh, no, I'm fine being single for now. I'm not into relationship anymore."

Dasar ABG. Hahaha. Tunggu saja sampai dia terpikat dengan seseorang lagi! =P


Monday, 27 September 2010

Masalah Hati

Oktober 2009

HP saya bergetar. Ada nama seorang sahabat lama tertera di layarnya. Segera saya menjawab panggilannya.

"Kamu jadi datang, kan?"
"Iya, aku pasti datang dong. Kapan lagi bisa melihat kamu mengenakan baju pengantin? Hahaha."
"Hahaha. Iya juga, ya. Jangan lupa, dress code-nya putih, ya."
"Iya, bereesss, Bu. Hehehe."

Belum ada satu menit HP saya kembali bergetar. Sekali lagi dari seorang sahabat lama, hanya saja orang yang berbeda.

"Dia akan menikahi laki-laki brengsek."
"Dia sudah dewasa. Tahu mana yang baik dan yang buruk untuk dirinya sendiri."
"Tapi tetap saja, laki-laki itu brengsek. Dia bahkan punya perempuan simpanan."

Saya terdiam cukup lama dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan sahabat saya itu. Laki-laki yang akan dinikahi sahabat saya yang pertama itu memang brengsek. Baru juga pacaran sudah berani mengasari sahabat saya. Tidak heran semua teman-teman dekatnya, termasuk saya, mempertanyakan keputusannya untuk menikahi laki-laki yang sering menyakitinya. Tapi saya sendiri segan bertanya padanya.

"Mungkin itu masalah hati. Siapa yang tahu?"
"Yah, mungkin saja."

Juni 2010

Sebuah pesan gambar masuk ke HP saya, isinya: "Teman-teman, bayiku perempuan. Sehat dan cantik :D", disertai foto sang bayi. Ah, hari yang bahagia. Kini sahabat saya itu telah memperoleh jawaban atas keputusannya dulu saat menikahi laki-laki yang sekarang telah menjadi ayah dari bayi perempuannya.

Keesokan harinya saya menelepon untuk memberi selamat. Saya tahu, dari suaranya, bahwa dia begitu bahagia. Ya, semoga dengan kehadiran bayi perempuan mungil nan cantik itu bisa menjadi oase dalam rumah tangganya. Saya, dan semua sahabat-sahabat lainnya, berharap yang terbaik untuk keluarga mereka.

Tuesday, 21 September 2010

Kangeeennn

Sebulan lebih saya tinggalkan "rumah" ini. Debu, sarang laba-laba beserta laba-labanya, kecoak, semut, bahkan "penghuni" lain sudah menempati rumah ini (barangkali. Hehehe). Sok percaya takhyul deh saya :p Apa pun yang sudah menghuni rumah ini, yang jelas begitu masuk badan saya langsung gatal-gatal, hidung bersin-bersin, dan bulu kuduk merinding.

Sambil menahan gatal, menahan bersin, namun bulu kuduk masih merinding, saya membersihkan rumah dimulai dari mengganti background, mengganti layout, dan menambah ini-itu. Baiklah semuanya sudah beres. Hmmm, sekarang nulis apa ya? Aduh, sumpah saya lagi bingung mau nulis apa. Hehehe. Malah enggak jelas begini, ya? Padahal kangen nulis di sini. Ya sudah. Sampai di sini dulu aja, daripada semakin gak jelas :p Yuk mari :)

Monday, 9 August 2010

I'll Meet You There

Pagi-pagi Kopi memulai gombalannya dengan lagu Owl City yang judulnya "I'll Meet You There".

If we could sit together a moment

And talk forever just to pass the time

I would smile as the shivers and chills run down my spine

When your eyes are locked on mine



Oh we'll fill the metro skies with country air

And when you close your tired eyes I'll meet you there

I'll meet you there



Deep inside of you there's a ruby glow

And it gets brighter than you and I will ever know

There's a rushing sound that surrounds us when we walk alone

And it's everything we've never known



Wander down the street

And I would be the pavement beneath your feet



If we could just be immobile for some time

And finally figure out the way we feel

About the missing puzzle pieces and cloudy question marks

That still look a bit surreal



Oh I tend to disappear here and there

So concentrate and you'll feel me everywhere

And we'll fill the metro skies with country air

If you're lost when you close your eyes I'll meet you there

(I'll meet you there)



I'll meet you there

You could be anywhere

I'll meet you there

You could be anywhere

I'll meet you there

Open your eyes and see (You could be anywhere)

Everything you can be

I'll meet you there

Open your eyes and see (You could be anywhere)

Everything you can be

I'll meet you there

Yeap, this could be another song recommended from me xp

Thursday, 5 August 2010

Aku Memilih Diam

Kali ini aku memilih diam. Bukan. Bukan karena aku menyerah. Bukan juga aku melepasmu pergi. Kamu tahu aku ini kepalanya keras sekeras batu.

Kali ini aku diam karena aku pun bingung. Ketika masalah yang sama terus saja muncul, aku tidak tahu harus berbuat apa.

Kali ini aku memilih diam dan membiarkan kesenyepan meresap di antara kita, meskipun rasanya tak menyenangkan, dan berharap setelah kesenyapan itu hilang kita bisa kembali seperti semula.

Kali ini aku diam dan membiarkan kesenyapan itu ada karena aku tahu kesenyapan juga membawa rasa sepi karena ketiadaan hadirmu untukku dan hadirku untukmu. Kesenyapan membuat kita tahu bahwa kita saling membutuhkan.